Ausbildung zur Pflegefachkraft aka. Sekolah Vokasi Keperawatan

Hi, saya Uma asal dari kabupaten keci yang terletak di Sumatera Utara yaitu Rantauprapat. Saat ini aku sebagai Azubi (sebutan bagi peserta program Ausbildung di Jerman) di salah satu Panti Jompo yang berada di Kota Tertua di Jerman, Trier/Konz. Selain itu aku juga belajar teori di Berufschule(sekolah kejuruan keperawatan) di kota Saarburg yang mana tidak jauh dari tempat aku tinggal dan bekerja. 

Kawan-kawan pasti sudah tidak asing mendengar kata Ausbildung. Ausbildung adalah Program Pendidikan dan Pelatihan Profesi selama 3 tahun di Jerman. Sekolah sambil bekerja di Bidang Keperawatan benar tidak mudah, apalagi kita sebagai orang asing, yang di mana kita harus beradaptasi tidak hanya dengan cara berbicara, maupun dengan cara pola pikir. Sulit, pasti. Apalagi dibagian sekolah keperawatan banyak kosa kata baru di bidang Kesehatan/Keperawatan yang harus kita pelajari. Sama seperti belajar keperawatan di Indonesia. Di sini kita juga belajar tentang Anatomi bagian tubuh dan lain-lainnya.

Menurut pengalamanku, bagian tersulit adalah di saat aku sudah memasuki sekolah. Karena di sekolah kita diwajibkan aktif bertanya ataupun mengutarakan pendapat dan bagian tersulit lainnya adalah menghafal kosa kata baru dibidang tersebut. Apalagi pada saat akan menghadapi ujian. Harus belajar extra (menghafal pelajaran dan secara bersamaan menterjemahkan).

Untuk membagi waktu antara kerja dan sekolah mungkin dari setiap orang beda-beda. Kalau saya sendiri juga terkadang mengalami kesulitan yang di mana harus bekerja dan keesokan harinya harus sekolah dan harus mengikuti ujian pula. Contohnya, saya mengikuti sekolah yang jadwalnya sistem Blok, yaitu satu minggu sekolah dan sebulan bekerja atau terkadang satu bulan sekolah dan kemudian satu bulan kerja dan begitu sebaliknya. Yang sulit adalah terkadang di dalam satu minggu Blok sekolah itu ada 3 Mata Pelajaran yang harus diujikan. Itu yang membuat saya terkadang stres apalagi sebelum sekolah mesti harus bekerja.

Tapi balik lagi, membagi waktu menurut saya sama halnya dengan membagi keuangan. Semua tergantung individunya masing-masing. Kawan-kawan jangan pernah berpikir bahwasannya hidup di Jerman itu selalu enak, seenak yang kalihat lihat di postingan Instagram sebagian orang ataupun dengar dari cerita sebagian orang. Tidak sebahagia itu. Terkadang kawan-kawan nanti juga terbentur dengan urusan birokrasi di Jerman yang sangat sulit dan lambat dalam pengurusannya. Tak jarang juga itu salah satu hal yang membuat kita stres di sini. Karena urusan-urusan tersebut berhubungan dengan izin tinggal. Kuncinya di sini adalah sering bertanya, menelfon perusahaan terkait dan terus menerus Email agar urusan cepat selesai dan mendapat kabar baik.

Di Panti Jompo biasanya saya bekerja memandikan Pasien, memilih pakaian mana yang bagus untuk dipakai, memberi ataupun mengantar makanan dan minuman ke Pasien. Mengantar tidur siang dan mengganti popok. Di sela-sela jam istirahat Pasien (biasanya jam setelah makan siang) saya mengajak mereka mengobrol ataupun bermain permainan seperti ; Mensch ärgere dich nicht atau yang biasa kita sebut bermain Ludo. Kebetulan saya bekerja di Stasiun yang di mana Pasiennya tidak banyak mempunyai penyakit yang serius ataupun yang sudah pikun (Demenz) jadi masih bisa diajak ngobrol santai, bercanda dan bermain permainan. Tak jarang juga ada beberapa Pasien yang masih mengisi Teka Teki Silang.

Bagi Kawan-kawan yang akan mengikuti Ausbildung, semangat terus ya. Jalan ataupun yang kita pilih  pasti akan menemui titik tersulitnya, nanti. Teruslah berjalan, sekalipun harus merangkak.

Hai, ich bin die Uma! Ich komme aus einem kleinen Stadtkreis in Nordsumatra: Rantauprapat. Zurzeit bin ich eine Azubi, so nennen wir die Schüler in der deutschen Ausbildung, bei einem Altenheim in der ältesten Stadt Deutschlands nämlich die Stadt Trier - Konz. Außer meiner praktischen Stunden im Altenheim besuche ich die Berufsschule für Pfegefachkraft in der Stadt Saarburg, die auch in der Nähe von meiner Wohnadresse und von dem Altenheim liegt. 

Das Wort "Ausbildung" ist euch bestimmt nicht mehr fremd. Es ist ein Bildungsweg zum Erlernen von spezifischen Berufskompetenzen innerhalb 3 Jahren. Parallel "Schulbesuch und Arbeiten" in diesem Bereich ist ehrlich nicht einfach. Weil wir Ausländer sind, müssen wir nicht nur sprechen können, sondern auch uns auf die  kulturellen Verständnisse anpassen.  Es ist anstrengend, sicher! Besonders in der Berufsschule ergeben sehr viele medizinischen Fachbegriffe, die wir lernen müssen. Wie auch solche Ausbildung in Indonesien, lernen wir hier die Anatomie und andere wichtigen Fächer.

Laut meiner Erfahrung waren die Schulstunden am anstrengendsten, weil wir aktiv Fragen stellen oder unsere Meinungen zu verschiedenen Lernthemen äußern und die neuen Vokabeln schnellstmöglich verwenden müssen. Genau vor den Klausuren sollte man extra Stunden zu den Arbeits- und Schulzeiten  noch zuhause sitzen, um die gelernten Inhalte nochmal in unserer Sprache bzw. Verständnis zu vertiefen und gleichzeitig sie in Deutsch auswendig zu lernen. 

Die Zeitaufteilung zwischen Arbeiten und Schule ist abhängig von der Person ab. Bei mir kam es manchmal Situationen, dass ich heute arbeiten musste und am nächsten Tag direkt zur Schule oder sogar Klausur schriebe. Die Theorie-Anteile bei uns werden in Form von Schulblöcken gelernt, d.h. ein Wochenlang Schule und ein Monat Arbeiten oder ein Monat Schule besuchen danach ein Monat arbeiten. Schwierig war es auch, wenn in einem einwöchigen Schulblock 3 Fächer geben und in allen 3 Fächern Klausuren schreiben. Ich war ehrlich gestresst und ziemlich fertig, dann noch die Pflicht davor, arbeiten zu müssen.